.: secangkir seduhan gagasan :.

alvianedo.web.ugm.ac.id

Korelasi Kasus Prita terhadap UU ITE

Hingga artikel ini saya tulis dukungan terhadap seorang ibu bernama Prita Mulyasari sangat kuat khususnya dari golongan masyarakat kecil hingga menengah. Terbukti dengan adanya penggalangan koin untuk prita guna membantu tuntutan 204juta yang harus dibayarkan Prita kepada OMNI sebagai “korban” dari tindak penyebaran email keluhan dan kritikan kepada mailing list di internet. Sebelum kita bahas lebih jauh mari kita simak email yang cukup menggegerkan tersebut.

From: prita mulyasari [mailto. mulyasari@ yahoo.com]
Sent: Friday, August 15, 2008 3:51 PM
To: customer_care@ banksinarmas. com; hendra.goenawan@ banksinarmas. com; Hendra Goenawan; mario pasla; Lesthya theresa; Lucy Juliana Sapri; Andri Nugroho; Anton Ferdiansyah; ADI ATMANTO; Adia Adithiya Pradithama; Cindy Robertha; Credit Card Supervisor; Yusuf Centerix; dekkyharyanto@ yahoo.com; kakak gue; Setiawan Diana; Johan; Nadhya Budhiman; Renny Rosanna; Vanty Valentina
Subject: Penipuan OMNI Iternational Hospital Alam Sutera Tangerang

Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya, terutama anak-anak, lansia dan bayi.

Bila anda berobat, berhati-hatilah dengan kemewahan RS dan title International karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS International seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International.

Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB, saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala, datang ke RS. OMNI Intl dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000, saya diinformasikan dan ditangani oleh dr. Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. Dr. Indah melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000. Dr. Indah menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan tapi saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr. Indah adalah dr. Henky. Dr. Henky memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau ijin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr.Henky visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?), saya kaget tapi dr. Henky terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa ijin pasien atau keluarga pasien. Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat kuatir karena dirumah saya memiliki 2 anak yang masih batita jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apapun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu box lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak, saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr. Henky namun dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa, setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr. Henky saja.

Esoknya dr. Henky datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi, saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah tapi dr. Henky tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr. Henky saja. Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya.

Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr. Henky untuk ketemu dengan kami namun janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr. Henky mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi.

Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri saya.

Dr, Henky tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan, dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr. Henky bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. Dr. Henky menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat namun saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis, diberikan keterangan bahwa BAB saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow upnya samasekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000, kepala lab saat itu adalah dr. Mimi dan setelah saya complaint dan marah-marah, dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan complaint tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Ogi (customer service coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan complaint, saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Ogi yang tidak ada service nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan complaint tertulis.

Dalam kondisi sakit, saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen, atas nama Ogi (customer service coordinator) dan dr. Grace (customer service manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000 makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr. Grace yang katanya adalah penanggung jawab masalah complaint saya ini tidak profesional samasekali. Tidak menanggapi complaint dengan baik, dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr. Mimi informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen dan dr. Henky namun tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular, menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak, kalau kena orang dewasa yang ke laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista. Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas.

Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagiih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut. Saya telepon dr. Grace sebagai penanggung jawab compaint dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya namun sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang kerumah saya. Kembali saya telepon dr. Grace dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah, ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali, dirumah saya tidak ada nama Rukiah, saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. Logikanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya kemana kan ? makanya saya sebut Manajemen Omni PEMBOHONG BESAR semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr. Grace dan Ogi, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard International yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr. Grace, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami, pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap. Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah FIKTIF dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan, mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin tapi RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Ogi menyarankan saya bertemiu dengan direktur operasional RS Omni (dr. Bina) namun saya dan suami saya terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing, benar…. tapi apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dpercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan, semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis, mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni, tolong sampaikan ke dr. Grace, dr. Henky, dr. Mimi dan Ogi bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda.

Saya informasikan juga dr. Henky praktek di RSCM juga, saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

salam,

Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600

Pada email tersebut dapat kita lihat kekesalan Prita terhadap layanan Rumah Sakit OMNI Internasional dalam penanganan sakit yang dideritanya. Dalam kasus ini sebenarnya bisa terdapat 2 pihak yang salah, yaitu Prita Mulyasari atau Rumah Sakit OMNI Internasional. Mari kita lihat UU ITE yang berkaitan dengan hal tersebut :

BAB VII

PERBUATAN YANG DILARANG

Pasal 27

(3)Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Dari UU tersebut jelas Prita sebagai pihak yang salah karena dia melakukan pencemaran nama baik atas rumah sakit tempat dia berobat. Coba kita lihat peryataan Prita pada kalimat “makanya saya sebut Manajemen Omni PEMBOHONG BESAR semua”. Jelas-jelas itu merupakan suatu pencemaran nama baik untuk sebuah rumah sakit sebesar OMNI. Meskipun begitu tidak seharusnya Prita menyebut suatu instansi tanpa disamarkan jika memang ada kemungkinan untuk dipublish secara umum di internet. Seharusnya dia tahu dampak yang akan terjadi jika hal itu dia lakukan. Bukan semata-mata melampiaskan kekesalan tanpa melihat norma yang ada. Ingat, kita hidup di negara timur yang masih kental dengan norma dan adat istiadat.

Disisi lain perlakuan Rumah Sakit OMNI terhadap seorang pasien bisa dikatakan kurang ajar juga. Sebagai pasien pastilah merasa tidak nyaman dengan segala hasil pemeriksaan yang tidak transparan. Karena itu bisa jadi acuan juga bagi sang pasien untuk memutuskan apa yang akan dilakukan berikutnya, tentunya dengan persetujuan dokter pula. Kemudian diikuti dengan manajemen yang kurang profesional dalam menangani pasien. Diagnosa hasil lab yang berbeda jauh juga salah satu poin yang memperlihatkan rumah sakit sebesar OMNI tidak pantas menyandang gelar “Internasional”.

Tetapi menurut saya pribadi antara perselisihan kedua belah pihak ini terlihat kubu prita seolah bisa merasa berbesar hati melihat dukungan ribuan bahkan jutaan orang Indonesia yang begitu peduli terhadap nasib seorang prita. Hampir semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa memiliki andil dalam Koin Prita dan sepertinya hal tersebut membuahkan hasil dari yang diperkirakan sebelumnya. Jika menilik negara kita yang ketimuran hal-hal kecil seperti itu cukup membuat masyarakat kecil khususnya merasakan “iba” dan serta-mereka memberikan apa yang dapat mereka berikan untuk meringankan beban prita. Walaupun pada akhirnya pengadilanlah yang akan memutuskan segala perkara.

Dewasa ini internet sebagai media komunikasi maya terkadang sudah menjadi kebutuhan primer di dalam membahas suatu masalah, topik atau pertanyaan. Banyak media seperti forum, situs jejaring sosial, blog dan sebagainya dalam memfasilitasi netter untuk berdiskusi. Pada suatu topik sudah pasti bisa memunculkan komentar. Tidak menjadi masalah ketika suatu topik dibahas secukupnya dan permasalahan selesai. Tetapi banyak yang terjadi suatu topik yang hangat atau sering disebut HOT THREAD yang berakibat pada komentar-komentar yang membanjiri topik tersebut.

Nah bagaimana kita menyikapi beragam metode penampilan komentar tersebut? Sebelumnya akan saya jelaskan beberapa metode forum atau jejaring sosial di dalam menampilkan komentar dari user :

1. Situs Komunitas / Forum
Situs forum pada umumnya seperti kaskus, fotografer.net, forum detik, forum chip, dlsb. menggunakan metode komentar urut dari komentar lama diawal kemudian turun hingga komentar baru. Untuk menangani komentar yang jumlahnya ribuan mereka menggunakan sistem paging agar semua komentar tidak meluber dalam satu halaman saja.
Menurut saya walau konvensional tetapi hal ini masih cukup representatif didalam menyajikan komentar, karena jika terdapat jawaban dari topik yang sifatnya pertanyaan bisa langsung diketahui di komentar awal. Tapi kalau jumlah komentar sudah ribuan dan kita ketinggalan tetap saja sulit untuk mengikutinya kalo harus membaca satu persatu.

2. Situs Jejaring Sosial
Saya menyoroti facebook dan plurker sebagai 2 situs jejaring sosial yang sering saya gunakan. Pada situs ini menerapkan sistem seperti forum komunitas cuma bedanya mereka meyingkat komentar jika sudah terlalu banyak. pada facebook dia mengkompres 50 komentar jika total komentar lebih dari 50. Kalau ingin melihat tinggal klik “View all comments”. Plurk menggunakan cara yang hampir sama, tetapi berdasar plurker yang membaca. Komentar akan disingkat jika plurker sudah membaca komentar diatasnya.

3. Twitter dan PLO UGM
Ini yang beda dari yang lain dalam metode penyajian komentar yaitu dari bawah ke atas untuk komentar yang baru. Kalau di twitter menurut saya tidak ada masalah ya karena postingan kecenderungan tidak berkaitan dengan postingan sebelumnya. Tetapi di PLO biasanya ada sesuatu yang dibahas. Menurut saya alangkah enak kalau komentar dilihat dari pemberi komentar awal, seperti kedua situs di atas.

Terlepas dari metode itu semua ada hal yang cukup penting juga berhubungan dengan penyajian di layar monitor atau hape khususnya di Indonesia yaitu kecepatan koneksi. Dengan topik yang berisi ribuan komentar akan sangat repot jika dibuka dengan koneksi internet seadanya alias putus-sambung. Jika mempunyai koneksi tanpa batas sepertinya hal itu bukan menjadi masalah. Jika merunut padahal ini sepertinya metode nomor 3 yaitu pada PLO khususnya cukup menyiasati hal tersebut karena kita tidak perlu membuka komentar dari awal.

Tapi menurut saya semua metode sistem kembali ke kebiasaan penggunanya. Mungkin di awal merasa aneh jika menggunakan metode penyajian komentar yang berbeda tetapi lama kelamaan bisa terbiasa juga jika kita memang sering memanfaatkan situs diskusi tersebut baik forum komunitas, situs jejaring sosial maupun PLO UGM.

Saran untuk PLO UGM
Tidak ada salahnya menggunakan metode seperti pada situs jejaring sosial atau forum komunitas. Jika kerepotan untuk scroll, bisa diberikan sebuah link di bawah topik untuk langsung melihat komentar terakhir. Itu bisa menyiasati scroll yang lama jika komentar terlalu banyak. Penggunaan komentar untuk mengkomentari yang ada sudah cukup baik.

Notifikasi

Untuk teknik notifikasi secara umum sudah cukup baik ya, khususnya di situs jejaring sosial seperti pada facebook dan plurk. Posisi notifikasi sudah cukup memudahkan pengguna untuk mengaksesnya. Kalau untuk forum komunitas sepertinya belom ada notifikasi yang dirasa tepat selain membuka kembali thread yang akan diikuti dan mencari sejauh mana perkembangan diskusinya. Jika dalam PLO mungkin bisa digunakan drop-down menu pada header untuk menampilkan notifikasi terbaru.

Kelompok kami melakukan survey terhadap dua operator seluler, yaitu XL dan Indosat.  Selain survey, kami juga melakukan review terhadap promosi iklan kedua operator seluler tersebut.  Iklan operator yagn kami review berasal dari web kedua operator seluler tersebut.

Survey yang kami lakukan adalah mengenai konektivitas kedua operator seluler tersebut saat lebaran karena pada hari-hari lebaran trafik sms maupun nelpon pasti akan meningkat.  Kami mencoba membandingkan bagaimana promosi iklan kedua operator seluler tersebut dengan kualitas layanannya.  Apakah dengan promosi tersebut suatu operator seluler tetap dapat memberikan layanan yang terbaik di waktu-waktu trafik sms dan telepon tinggi.

Excelcomindo

I.     Promosi Iklan XL
XL memiliki beberapa paket layanan yang disesuaikan dengan tariff dan keperluan.  Saat ini, XL memiliki empat macam paket, yaitu paket nelpon, paket sms, paket internet, dan paket blackberry.  Tiap-tiap paket tersebut memiliki subpaket masing-masing.  Kami  akan mereview mengenai dua mcam paket, yaitu paket nelpon dan paket XL.  Paket internet dan Paket Blackberry tidak kami review karena layanan yang kami survey hanya dua macam layanan, yaitu telepon dan sms.
Berikut ini adalah detail mengenai subpaket layanan:

Paket Nelpon
-    Paket Murah Sampe Puas
-    Paket Murah Berkali-kali
-    Paket XL Harga CDMA

Paket SMS
Paket 1 -> Jam 12 malam – 5 sore WIB kirim 500 SMS, Cuma bayar Rp 1500
-    Paket 2 -> Seharian kirim 500 SMS, Cuma bayar Rp 2000
-    Paket 3 -> 2 hari kirim 500 SMS, Cuma bayar Rp 3000
-    Paket 4 -> 7 hari kirim 500 SMS, Cuma bayar Rp 5000

Paket Internet
-    Paket Internet Rp. 20.000 untuk kuota sebesar 40MB atau Rp. 0,5/KB yang berlaku selama 30 hari.
-    Paket Internet Rp. 1.000 untuk kuota sebesar 1MB atau Rp. 1/KB yang berlaku selama 1 hari.
-    Paket Internet Rp. 2.000 untuk kuota sebesar 2MB atau Rp. 1/KB yang berlaku selama 2 hari.
-    Paket Internet Rp. 10.000 untuk kuota 15MB atau Rp. 0,67/KB yang berlaku selama 7 hari.

Seluruh paket ini akan aktif apabila diaktifkan terlebih dahulu kacuali untuk paket Murah Sampe Puas.  Paket ini adalah paket standar yang akan langsung diaktifkan apabila pelanggan mengaktifkan kartu XL prabayarnya mulai tanggal 1 Agustus 2009.  Untuk tariff yagn standar, XL menetapkan tariff sebesar Rp 150,00 untuk tiap sms terkirim dan Rp ??,oo untuk tiap menit panggilan.

Dalam iklan XL yang sering kita tonton di televisi, iklan XL sangat mudah dikenali dengan pemberlakuan tariff Rp 0,01,oo untuk segala macam layanan.  Akantetapi, iklan yang sering tampil di televisi ini perlu ditinjau lebih lanjut apakah promosi tersebut memang benar apa adanya.  Untuk itu, marilah kita tinjau satu persatu promosi iklan XL yang tertera di website resminya.

Promosi yang diletakkan pada halaman-halaman webnya ternyata jauh lebih lengkap dan detail dibandingkan dengna iklan di televisi ataupun surat kabar.  Berikut ini adalah promosi Paket Nelpon, yang terdiri dari tiga macam paket.

Paket Murah Sampe Puas
Paket ini menawarkan tariff yagn sangat murah saat menelpon, yaitu Rp 0,01.  Akantetapi, tariff ini tidak didapat degnan begitu saja.  Seorang pelanggan yagn menginginkan mendapat tariff semurah ini harus melakukan panggilan terelbih dahulu selama sekian detik tertentu dengan tariff Rp 20 tiap detiknya.  Metode ini berlaku untuk menelpon sesama XL.  Selain itu, untuk range waktu tertentu tariff yang berlkau juga berbeda.  Lebih rumitnya lagi, tariff yagn berlaku di suatu daerah tidak selalu sama untuk daerah lainnya.

Paket ini juga berlaku untuk menelpon ke operator lain dengan bermacam syarat dan tariff yagn sedikit lebih mahal.  Perbedaannya adalah tariff Rp 0,01 ini hanya berlaku selama sekian menit tertentu.  Selanjutnya tariff yang berlaku menjadi lebih mahal.

Paket XL Harga CDMA
Paket ini menerapkan tariff ebesar Rp 80/menit untuk melakukan panggilan sesame XL.  Hal ini berarti tariffnya lebih murah dibanding tariff standar sebesar Rp 1200/menit(Rp 20/detik).  Sementara itu, tariff utnuk panggilan local operator lain adalah Rp 480/menit dan Rp 800/menit untuk panggilan interlokal.

Paket ini harus diaktifkan terlebih dahulu untuk menggunakannya.  Dalam website XL, ada beberapa catatan mengenai paket ini.  salah satunya adalah tariff pengaktifan paket ini untuk pertamakalinya adalah gratis tetapi selajutnya tariff aktivasi paketnya adalah Rp 2000.  Tariff ini adalah tariff yagn berlaku secara default untuk pelanggan yang berada di Jabodetabek.   Kabar baiknya adalah tariff ini berlaku selama 24 jam.

Paket Murah Berkali-Kali
Paket ini tidak sama tariff dan ketentuannya untuk setiap lokasi.  Kami hanya mengambil syarat dan ketentuan yang berlaku untuk daerah Yogyakarta.  Seperti nama paketnya,  paket ini memungkinkan pelanggan untuk melakukan panggilan dengna tariff Rp 0,01 untuk lebih dari satu kali telpon.  Syarat yagn diperlukan adalah pelanggan harus melakukan panggilan selama lama waktu tertentu dengna tariff standar.  Setelah itu, pelanggan dapat memanfaatkan tariff Rp 0,01 ini selama lama waktu tertentu.  Apabila dalam satu kali telepon lama waktunya belum sampai lama waktu sesuai ketentuan, pelanggan dapat melakuakn panggilan di lain waktu sampai kuota waktunya habis.

Tarif Rp 0,01 ini hanya berlaku utnuk menelpon ke sesame XL.  Untuk menelpon ke operator lain, tariff yagn berlaku lebih mahal dan bukan tariff Rp 0,01.

Paket SMS

Sama seperti paket lainnya yang penuh dengan syarat dan ketentuan, paket ini pun memiliki beragam syarat dan ketentuan bila pelanggan ingin menggunakan tariff Rp 0,01 ke semua operator.  Syaratnya adalah mengirim 8 sms dengan tariff standar.  Setelah syarat terpenuhi, pelanggan dapat mengirim 600 sms seharian dengan tariff Rp 0,01.  Akantetapi, ada beberapa catatan yagn perlu diperhatikan.  Salah satunya adalah 600 sms dibagi untuk dua range waktu yaitu 300 sms pukul 00.00-18.00 WIB dan 300 sms pukul 18.00-24.00 WIB.  300 sms ini tidak sepenuhnya berlaku untuk semua operator.  Kuota 300 sms ini berlaku 240 sms untuk ke sesame XL dan 60 sms ke operator lain.  Jadi, kuota sms ke operator lain lebih sedikit.

Catatan lain yang jarang diperhatikan pelanggan adalah tariff ini hanya berlaku selain tanggal 19, 20, da 21 September (lebaran) padahal di hari-hari ini pelanggan banyak mengirim sms.  Hal ini diberlakukan dengan alasan untuk menjaga kualitas layanan.

II.    Survey Layanan XL
Kami melakukan survey untuk dua macam layanan operator, yaitu layanan telepon dan sms.  Berikut ini adalah parameter yang kami gunakan.
-    Layanan telpon:  Rentang waktu antara call dan nada sambung
-    Layanan SMS :  Lama pesan terkirim

Survey ini kami lakukan selama tiga hari, yaitu tanggal 19,20, 21 September 2009.  Peritmbangan kami adalah bahwa dalam tiga hari tersebut trafik sms dan telpon kemungkinan besar akan meningkat karena tanggal 20 September adalah Hari Idhul Fitri (Lebaran).  Dalam satu hari dilakukan tiga kali pengambilan sampel.  Ada tiga macam range waktu dalam satu hari, yaitu pukul 10.00-12.00 WIB, 14.00-16.00 WIB, dan 20.00-22.00 WIB.

Berikut ini adalah hasil survey :

Survey XL 1
Catatan : pada pukul 20.00 WIB, pengiriman sms gagal

Hasil survey dan review iklan XL, kesimpulan yang dapat diambil adalah
-    Layanan XL tidak mengalami gangguan yang terlalu berarti
-    Pada jam-jam sibuk Hari Raya, kanal penuh akantetapi tidak terlalu mengganggu
-    Program Promosi XL terkesan rumit dengan bermacam syarat dan ketentuannya
-    Layanan XL cukup baik dan stabil meskipun program promosinya membingungkan

Indosat M3

Operator kedua yang kami survey adalah Indosat. Pada survey ini kami mengkhususkan salah satu produknya yaitu M3 yang merupakan layanan telekomunikasi bergerak prabayar yang dikeluarkan oleh operaor Indosat. Kami mulai dengan review iklan yang terdapat pada situs resmi Indosat M3 kemudian survey lapangan mengenai kinerja ketika trafik padat yaitu pada waktu hari raya. Pada akhirnya dapat disimpulkan sejauhmana operator ini dapat diandalkan dalam memenuhi kebutuhan komukasi pelanggannya.

I. Promosi Iklan Indosat M3
Beberapa layanan / promo yang ditawarkan oleh provider IM3 antara lain :
-    Gampang Nelpon & SMS SESUKANYA!
-    IM3 Mudah Mudik
-    IM3 Grup
-    IM3 Liburan Online
-    IM3 Groov3
-    IM3 Ce eS-an, SMS Gratis Puas Abis
Indosat M3 menawarkan cukup banyak paket yang beraneka macamnya. Karena segementasi kartu prabayar ini adalah remaja jadi paket sms merupakan layanan yang cukup didengungkan. Dari sekian banyak promo kami akan bahas yang berkaitan dengan telepon dan sms.

Gampang Nelpon & SMS SESUKANYA!
Layanan  memungkinkan kita untuk menelepon dengan tarif Rp 0,1 per detik seharian, itu yang disebutkan pada iklan. Tapi kenyataannya pelanggan mulai dikenakan tarif tersebut setelah telepon pada detik ke-sekian tergantung waktu panggilan. Terbagi dalam 3 waktu panggilan yaitu pukul 00.00 – 11.00 harus menelepon minimal 20detik, 11.00 – 17.00 harus menelepon minimal 80 detik, dan 17.00 – 24.00 minimal 130 detik. Jadi dari detik pertama hingga ke-sekian tarif yang dibebankan Rp 15/detik. Ini untuk wilayah panggilan Nasional kecuali beberapa daerah tertentu yaitu Purwakarta, Tasikmalaya, NAD, Sumut, Sumbar, Kendari, Palu, Papua, Manado, Maluku, Pekanbaru, Jambi, Bangka dan Belitung dan Bali Nusra.

Pada wilayah tersebut hanya terdapat 2 pembagian waktu yaitu 00.00 – 17.00 harus menelepon minimal 20 detik dan 17.00 – 24.00 harus menelepon minimal 130 detik. Seperti kebanyakan promo tarif Rp 0,1 adalah per 10 detik, artinya pemberian tariff sebesar Rp 0,1 selama 10 detik.

Pada layanan ini tarif SMS juga Rp 0,1/sms dengan ketentuan harus mengirim 10 sms dahulu dengan tarif normal baru kemudian mendapat bonus 100 sms dengan tarif Rp 0,1/sms. Terbagi menjadi 2 bagian waktu yaitu pukul 00.00 – 11.59 dan 12.00 – 23.59, jadi ketika kita sms antara pukul 00.00 – 11.59 sebanyak 10 sms maka bonus berlaku hingga pukul 11.59 saja. Disini terdapat pembagian wilayah juga yaitu tarif normal (10 sms pertama) di Pulau Jawa sebesar Rp 125/sms, di luar Pulau Jawa sebesar Rp 50/sms dan bila kita menggunakan voucher sms tarif yang dikenakan sebesar Rp 88/sms. Untuk sms internasional Indosat M3 membebankan Rp 500 setiap sms yang dikirimkan.

IM3 Ce eS-an, SMS Gratis Puas Abis
Paket IM3 Ce-eSan adalah program dimana pengguna Indosat M3 bisa sms gratis seharian ke 2 (dua) orang temannya yang nomor GSM Indosatnya (Mentari, Matrix dan IM3) sudah didaftarkan sebagai Ce eS-annya.  Pengguna IM3 dapat menikmati benefit ini jika dia sudah melakukan voice call dengan akumulasi Rp 1.500,-/ hari. Program ini dirancang bagi pelanggan IM3 untuk meningkatkan usage voice call dan SMS dalam komunitas kecil. Segementasi pasar Indosat M3 yaitu remaja menjadi target pasar utama IM3 identik dengan kegemarannya untuk membentuk kelompok kecil pertemanan (peer/geng/cs-an). Dalam kelompok kecil tersebut biasanya terjadi komunikasi intens antara sesama anggota kelompok. Kelompok kecil dan komunikasi intens di dalamnya inilah yang diangkat sebagai dasar utama program ini.

Syarat untuk ikut program ini adalah dengan menggunakan panggilan telepon minimal Rp 1.500,00 sehari, pelanggan akan mendapatkan SMS gratis selama seharian ke sesama anggota IM3 Ce eS-an, dalam hal ini panggilan yang dimaksud terdiri dari panggilan ke sesama Indosat, panggilan ke operator lain, dan panggilan international. Jumlah anggota dibatasi hanya 2 nomor Indosat. SMS gratis hanya berlaku hingga pukul 23.59 waktu setempat, pada hari yang sama. Pendaftaran anggota IM3 Ce eS-an  dikenakan biaya Rp 1.000 per hit. Setiap kali pelanggan melakukan updating dan pengecekan anggota IM3 Ce eS-an akan dikenakan biaya Rp 500,00. Jadi memang paket ini dikhususkan untuk penggemar sms. Tetapi hanya terbatas pada nomor tertentu yang sudah di registrasikan.

Dari penjelasan beberapa program / promo yang ditawarkan di atas tampak bahwa pada masing-masing program terdapat beberapa syarat dan ketentuan program. Di mana pada iklan baik di media elektronik dan media cetak biasnya syarat dan ketentuan tersebut ditulis sangat kecil sehingga sulit terbaca atau bahkan tidak tertulis sama sekali. Di mana untuk melihat keterangan syarat dan ketentuan tersebut, pengguna IM3 dapat langsung melihatnya pada pada situs IM3.

II. Survey Layanan Indosat M3
Kami melakukan survey untuk dua macam layanan operator, yaitu layanan telepon dan sms.  Berikut ini adalah parameter yang kami gunakan :
-    Layanan telpon:  Rentang waktu antara call dan nada sambung
-    Layanan SMS :  Lama pesan terkirim
Survey ini kami lakukan selama tiga hari, yaitu tanggal 19, 20, 21 September 2009.  Peritmbangan kami adalah bahwa dalam tiga hari tersebut trafik sms dan telpon kemungkinan besar akan meningkat karena tanggal 20 September adalah Hari Idhul Fitri (Lebaran). Dalam satu hari dilakukan empat kali pengambilan sampel, yaitu sekitar pukul 05.00, pukul 10.00, pukul 14.00, dan pukul 20.00.
Berikut ini adalah hasil survey :

Survey tanggal 19 September 2009

Survey tanggal 20 September 2009

Survey tanggal 21 September 2009

Kesimpulan Layanan SMS :
- Untuk Layanan SMS pada ketiga hari dilakukan observasi tingkat keberhasilannya adalah 100%.
- Rentang waktu paling lama antara pengiriman sms dan penerimaannya adalah 1 menit. Ini menunjukkan bahwa layanan sms IM3 cukup baik.

Kesimpulan Layanan Telepon :
19 September 2009

Layanan Telepon 19 September 2009

Tingkat keberhasilan panggilan pada hari Sabtu adalah 66 %, dengan rata2 waktu tunggu 4,32 detik

20 September 2009

Tingkat keberhasilan panggilan pada hari Minggu adalah 50,75 %, dengan rata2 waktu tunggu  6,17 detik

Tingkat keberhasilan panggilan pada hari Minggu adalah 50,75 %, dengan rata2 waktu tunggu 6,17 detik

21 September 2009

Tingkat keberhasilan panggilan pada hari Senin adalah 53,5 %, dengan rata2 waktu tunggu 5 detik

Tingkat keberhasilan panggilan pada hari Senin adalah 53,5 %, dengan rata2 waktu tunggu 5 detik

Penggunaan *username* pada PLO

PLO atau Paperless Office merupakan suatu ide sistem digitalisasi perkantoran yang sangat baik. Sistem ini meminimalisasi bahkan menghentikan penggunaan kertas sama sekali yang berarti membuat meja kerja bebas dari tumpukan berbagai macam surat dan hal lain. Selain itu dalam rangka antisipasi global worming penggunaan kertas jadi lebih bisa dihemat. :D

Nah, dalam pelaksaannya ada satu hal yang cukup krusial yaitu penggunaan username di dalam sistem PLO. Mengapa begitu menjadi masalah? Karena satu akun di dalam PLO dapat mengandung 2 fungsi, yaitu sebagai nama akun dan fungsi jabatan dalam kantor.

Menurut saya penggunaan username di PLO lebih baik menggunakan nama pemilik akun tersebut daripada jabatan yang melekat padanya. Alasan saya adalah :

1. Nama = primary key
Seperti dalam sistem database nama dapat mewakili seorang pemilik akun. Karena disini tidak dimungkinkan suatu ID seperti pada database maka nama adalah pilihan yang tepat. Nama cenderung tetap dan tidak berubah pada seseorang, berbeda dengan jabatan yang bisa berubah kapan saja. Ketika jabatan berubah akan sangat repot ketika harus berganti akun.

2. Rasa kekeluargaan di dalam instansi
Penggunaan nama membuat rasa kekeluargaan lebih kental karena kita tahu siapa pemilik suatu akun tersebut. berbeda dengan penggunaan jabatan, kita bisa saja merasa sedang berkomunikasi kepada “jabatan” daripada “sesorang”. Apabila seorang pemilik jabatan berubah bisa saja kita lupa siapa pemilik jabatan yang baru karena bukan nama yang tercantum dalam akun tersebut. Begitupula dalam memanggil pemilik akun, akan lebih sopan dan terasa enak bila yang dipanggil suatu nama bukan jabatan tersebut. Ini akan mendiskreditkan pemilik jabatan yang lebih rendah.

3. Jabatan bagian dari profil
Di dalam akun pasti ada profil dan jabatan dapat dimasukkan dalam profil sebagai identifikasi posisi jabatan pada pemilik akun tersebut. Bermanfaat pula misalnya dalam pencarian aktifitas pada tiap-tiap jabatan yang dapat diakses dari profil pemilik tersebut.

Kesimpulannya penggunaan nama pada username PLO menurut saya masih lebih baik daripada posisi jabatan pada tiap-tiap pemilik akun tersebut. :)

Facebook : Y or N ? (DWM Eps.3)

Siapa sih yang tidak kenal facebook?

Jutaan orang didunia sudah kenal baik facebook dan lainnya pasti taulah apa itu facebook. Situs jejaring sosial ini memang cukup booming khususnya di tanah air antara 2-3 tahun belakangan ini. Beramai-ramai orang membuat akun facebook. Ndeso’lah kalau sampai tidak mempunyai facebook.

Oleh empunya, facebook pasti ditujukan untuk perbuatan yang mulia, yaitu saling menghubungkan antar sesama. Dan itu memang benar, dengan adanya facebook komunikasi dengan orang-orang yang sudah lama tidak bertemu bisa terjalin kembali. Selain itu banyak sekali fitur-fitur facebook yang sangat bermanfaat. Salah satu fiturnya adalah “tag” foto. Fitur ini dapat digunakan sebagai ajang reuni ketika di foto itu memuat momen-momen nostalgia ketika semasa sekolah dahulu ataupun event yang telah dilewati bersama. Pada kasus lain tag foto dapat juga sebagai ajang publikasi suatu event, misal lomba foto, cukup mengupload posternya kemudian tag dan informasipun tersebar.
Yang cukup banyak dilakukan dikalangan pencinta fotografi tag digunakan sebagai media sharing online terhadap hasil foto-foto mereka. Dengan begitu foto mereka dapat dilihat orang banyak dan mendapat komentar yang membangun.

Okelah, dari satu fitur saja tampaknya sudah kelihatan facebook sangat bermanfaat sekali. Tapi dimana sisi negatifnya?

Kemudahan akan mengakses, fitur yang beragam dan keseluruhan “kemasan” yang tidak membosankan membuat kita betah berlama-lama di depan layar facebook. Kalau kata saykoji “siang malam ku selalu menatap layar terpaku untuk online online online online”, dan itu memang suatu kenyataan dewasa ini. Kata orang facebook itu candu. Kalau tidak bisa mengontrol diri pastilah waktu terbuang percuma hanya untuk ber-facebook ria. Mulai dari perang kometar foto, berkirim wall hingga bermain game yang jumlahnya sangat banyak.

Trus, apa yang harus kita lakukan? Berhenti facebook’an sekarang atau…?

Facebook tetaplah suatu alat yang merupakan imbas dari teknologi yang semakin maju. Namanya juga alat mana tahu dia salah atau benar’kan? Semua kembali kepada pengguna’nya. Sejauh mana pengguna dapat memanfaatkan fungsi di facebook tanpa mengurangi produktivitas hariannya. Jadi silaturahim tetap terjaga tetapi kewajiban utama (sekolah, kuliah, mencarai nafkah) tetap tidak terganggu, gak ada alasan terlambat mengerjakan PR, laporan belum selesai atau proyek terbengkalai.

Be wise, guys! ;)

Polah dan tingkah laku manusia dapat dinilai dari beragam hal yang berhubungan dengannya. Pada postingan ini saya akan membahas hubungan antara manusia dengan file-file yang terkoleksi di dalam komputer yang sering digunakan. Dewasa ini komputer baik yang diam maupun bergerak sudah menjadi barang yang kita gunakan sehari-hari. Apalagi kita sebagai mahasiswa yang sering bergelut dengan laporan, tugas-tugas kuliah dan tidak luput juga dari bermain game yang kadang melebihi dari waktu belajar :D.

Nah setiap orang pasti memiliki cara beragam untuk mengkoleksi file-file penting yang dibutuhkan dan ini sedikit banyak bisa berhubungan dengan kepribadian orang tersebut. Biar mudah kali ini saya gunakan diri saya sendiri dulu ya sebagai contoh, siapa atau ada yang memiliki kemiripan baik dalam mengkoleksi file atau malah kepribadiannya, hehe.

Poin-Poin yang Menentukan Kepribadian

Ada banyak data yang membantu di dalam melihat kepribadian orang yang pertama akan saya mulai dari kepentingan data tersebut. Sebagai mahasiswa tentunya kita banyak mengkoleksi file yang berhubungan dengan akademik, baik materi-materi kuliah, tugas, laporan dan hal lain yang menunjang. Tapi tidak sedikit pula pastinya data yang berhubungan dengan hiburan. Jujur saja kalau kuliah itu kadang membuat bosan dan jenuh, banyak cara pelampiasan untuk meyegarkan diri yang berimbas pada membengkaknya isi storage.

Poin pertama dapat kita lihat dari jumlah dan ukuran file. Ukuran file hiburan rata-rata lebih besar dari akademik. Hiburan bisa berkisar 5Mb tiap file sedangkan akademik rata-rata kurang dari 1Mb. Wajar karena kebanyakan file akademik adalah file-file office yang ukurannya kecil, walau beberapa file mungkin bisa lebih dari 5Mb. Kalau dari persentase jumlah bisa dikatakan 50:50 karena beberapa aspek dari hiburan adalah bagian dari akademik juga. Misal software penunjang, dokumentasi foto kegiatan kampus, dsb.
» Seimbang antara akademik dan hiburan

Poin kedua dari sistematika penyusunan dan penamann file. Penamaan file saya usahakan sejelas mungkin dan tanpa itu singkatan. Bagi saya itu lebih mempermudah didalam pencarian. Untuk penyusunan seperti yang sudah saya jelaskan di postingan saya sebelumnya saya mengkategorikan penyusunan file berdasar tema sehingga lebih detail dan mudah dicari. Tidak peduli mau hirarki dangkal atau dalam yang penting saya merasa cukup mudah dalam menemukan file tersebut di kemudian hari. Tetapi bisa jadi karena terburu-buru atau memang belum ada tempat sesuai dengan tema saya sediakan 1 folder khusus untuk menampungnya, saya kasih nama “unsorted”. Jeleknya jika terlalu lama membiarkan dan menumpuk bisa meyulitkan juga dari penyimpanan dan pencarian ujung-ujungnya bingung dan harddisk bengkak deh.
» Berusaha sedetail dan serapi mungkin, walau kadang-kadang ceroboh juga. Tapi cuma kadang loh! Haha…

Poin ketiga yaitu sumber file berasal dari internet dan kamera saya! :D Banyak file software, musik, serta materi kuliah yang di dapatkan dari internet. Baik itu sudah saya kenal baik fungsinya maupun untuk coba-coba. Karena kemudahan internet saya banyak “memasrahkan” kepadanya dalam pencarian file. Didukung juga fasilitas internet tanpa batas di rumah jadi lebih memudahkan saya dalam memaksimalkan teknologi internet tersebut. Nah, karena saya hobi fotografi maka file-file foto yang saya miliki mayoritas berasal dari kamera saya sediri.
» Penasaran dengan hal baru serta fotografi maniak!

Poin keempat tentang pengorganisasian email saya hampir tidak pernah menghapus email masuk kecuali spam di keempat akun email saya. Karena storage yang mayoritas tanpa batas jadi tidak perlu memikirkan email masuk akan penuh dan bila harus menghapus satu-satu juga memakan waktu juga. Email keluarpun masih tersimpan rapi karena siapa tahu suatu saat masih dibutuhkan seperti email tentang pengiriman tugas.
» Tidak mau repot dan mempersiapkan akan kebutuhan hari esok yang kadang tak terduga.

Poin kelima saya akan paparkan sedikit tentang situs yang sering saya akses di internet. Jelas sekali’lah kita pasti lebih sering membuka situ luar daripada situs dalam (facebook buatan luar negeri kan? :p ). Hehe… bercanda, saya cukup seimbang dalam mengakses situs luar maupun dalam. Situs luar seperti jejaring sosial yang hampir setiap hari (bahkan jam) selalu dibuka, kemudian situs tentang foto serta olahraga. Situs dalam negeri juga tentang berita serta beberapa situs komunitas dan forum-forum, khususnya forum yang terbesar se Indonesia (udah pada tau kan gan?).
» Mencoba untuk selalu seimbang didalam berbuat.

Seseorang dinilai dari orang lain yang melihat perilaku orang tersebut. Tetapi kali ini saya mencoba menilai kepribadian saya sendiri. Mungkin ada beberapa yang tidak sesuai dengan penilaian orang. Tapi inilah penilaian saya terhadap diri saya sendiri. Segitu aja yang bisa saya sampaikan di posting kali ini semoga merangkum dari judul yang saya paparkan di atas. Ciao! :D

Spesifikasi dan Kinerja

Hhmm… pengen ngucapin slamat berpuasa dulu bagi orang-orang yang beriman :-) . Pada postingan ini saya akan ceritakan tentang gandenganku tiap hari yang bisa menemani kemana saja, yaitu netbook mungil HP Mininote. Mengapa harus netbook? Apa karena trend? Murah? Bukan2, pilihan jatuh kepada netbook karena barang ini cukup menganggur di rumah :-) dan notebook’ku sedang dalam kondisi kritis cry .

Pengoranisasian data dokumen.

Oke, lanjut ke spesifikasi yang mempengaruhi kinerja netbook ini yaitu otak diperkuat oleh prosesor Intel® Atom® N270 (1.6GHz, 512KB L2 Cache, 533MHz FSB) dengan clock standar 1.60Ghz. Kebetulan belom pernah overclock nih laptop makanya jalan di 1.60Ghz dulu aja. Hampir semua tahu kalau netbook menggunakan prosesor Atom. Ini memang dikhususkan untuk laptop kecil alias netbook. Atom dipilih karena kinerja yang tidak terlalu berat sehingga daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Makanya kenapa rata-rata netbook mempunyai waktu standby lebih lama daripada notebook. Tapi karena segmen dari netbook untuk mobile jadi penggunaan lebih kepada akses internet dan pekerjaan office. Jika kita memaksa untuk menjalankan aplikasi yang cukup berat maka penggunaan pada laptop kecil ini tidak akan maksimal misal 3D atau grafis.

Dari segi OS udah built-in Windows XP Home Edition SP3, merupakan sevice pack terbaru yang dikeluarkan secara resmi oleh Microsoft. Jangan kuatir, windowsnya aseli koq :-D . Meskipun sudah paketan dengan XP tidak menutup kemungkinan untuk diinstal OS laen seperti Linux atau Windows Vista/7.

Memory bawaan netbook ini sebesar 1Gb yang sudah cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi dengan nyaman. Dengan 1 slot memory, netbook ini maksimal menggunakan memory 2Gb. Grafis di handle oleh Intel(R) GMA 950 dengan memory 128 Mb. Chip ini bukan kelas yang “wah” dalam pemrosesan gambar di notebook tetapi sudah cukup mencukupi untuk sebuah netbook dengan kebutuhan internet dan office. Hardisk bawaan netbook ini sebesar 60Gb dan dapat di upgrade dengan kapasitas yang lebih besar.

Layar netbook ini sebesar 10.2” yang memang cukup kecil untuk ukuran sebuah perangkat komputer berjalan. Yang saya suka dari layar yang kecil adalah berimbas pada bobot yang ringan, hanya sekitar 1kg lebih sedikit. Mudah untuk dibawa kemana-mana dan tidak memenuhi tempat. Masalah baru terjadi ketika kita menggunakannya. Ya! Dengan layar sekecil ini pastilah kenyamanan penggunaan berkurang. Baik untuk berinternet maupun office. Tapi memang inilah kenyataan yang harus diterima. Setelah terbiasa menggunakan tidak ada masalah yang berarti.

Konektivitas netbook ini terdapat WiFi 802.11b/g WLAN, Ethernet LAN dan Bluetooth. Card reader yang tersedia built-in juga memudahkan di dalam transfer data khususnya memory card dari kamera digital. Karena saya penghobi fotografi jadi media card reader sangat berguna sekali. Fitur lain adalah Webcam + Micnya untuk berkomunikasi secara audio dan visual.

Organisasi Data di dalam Komputer

Sudah cukup saya paparkan di atas mengenai spesifikasi dan kinerja perangkat komputasi yang paling sering saya bawa akhir-akhir ini. Karena ada 3 perangkat yang saya gunakan yaitu netbook HP, notebook lama saya COMPAQ dan Desktop PC rakitan sendiri, dan semua mengandung data-data yang saya gunakan jadi pengorganisasian file akan saya jelaskan secara garis besar pada harddisk ketiga perangkat itu dan tambahan 1 harddisk eksternal.

Organisasi file di dalam harddisk saya atur berdasar kategori dari data tersebut. Terdapat dokumen (data-data office), musik, dan yang paling penting adalah foto! Untuk lebih mudahnya akan saya jelaskan satu-persatu sebagai berikut :

1.    Dokumen (word, spreadsheet, presentation, pdf, dll.)
Kewajiban saya sekarang sebagai mahasiswa sehingga membuat koleksi file-file dokumen cukup banyak. File-file yang berhubungan dengan aktivitas akademik perkuliahan saya organisasikan berdasar semester yang saya tempuh kemudian saya buat subfolder di dalamnya dengan nama-nama mata kuliah yang saya tempuh pada semester itu. Hal-hal yang berkaitan dengan mata kuliah yang bersangkutan terdapat dalam subfolder didalamnya, seperti tugas maupun materi kuliah.

Pengoranisasian data dokumen.

2.    Musik (mp3, aac, wma, mpeg)
Musik merupakan salah satu bagian penting di dalam penyimpanan dalam harddisk. Karena banyak waktu saya habiskan di depan komputer sehingga tanpa hiburan alunan musik rasanya sangat hambar dan membuat kita mudah bosan, khususnya ketika mengerjakan tugas dan sebagainya. Koleksi musik saya sudah cukup lama hingga sudah beberapa kali berganti harddisk Alhamdulillah semua masih dapat terbackup. Karena jumlah yang sangat banyak yaitu tidak kurang dari 50Gb file musik dengan jumlah 13.000 lebih file pengurutan yang utama didasarkan pada asal musik tersebut, dalam hal ini saya ketegorikan Indonesia dan luar Indonesia. Kemudian didalamnya terdapat subfolder Artis kemudian Album baru file musik.

Pengoranisasian data musik.

Perlu diketahui pula mengapa saya menyertakan file mpeg padahal ini bagian musik yaitu karena file mpeg atau video itu adalah video klip dari beberapa lagu yang terdapat pada koleksi mp3.

3.    Foto (jpg, nef, tiff, psd)
Ini bagian yang paling menyita kapasitas harddisk saya. Karena saya hobi fotografi jadi mau tidak mau harus berurusan dengan file foto yang jumlahnya ribuan bahkan puluhan ribu. Tidak kurang 42.000 lebih file dengan ukuran +105Gb memenuhi ruang harddisk saya. Dalam melakukan penyimpanan saya cukup mengelompokkan berdasar tema/aliran dalam fotografi, yaitu : Arsitektur, Dokumentasi, Human Interest, Landscape, Macro dan Model. Kemudian obyek foto yang saya ambil saya masukkan ke dalam folder tersebut dengan judul sesuai tema. Misal pada tema Landscape terdapat judul “Pantai Klayar” dan bagian Dokumentasi pada acara “UGM BNI Jazz”. Penggunaan icon folder juga mempermudah karena saya sesuaikan dengan tema.

Pengoranisasian data foto.

Hampir 95% file foto berformat jpg. Format nef (raw) digunakan dalam pengambilan pada kondisi tertentu saja. Tiff merupakan format foto tanpa kompresi yang sering digunakan pada pengeditan foto dan psd adalah format file dari Adobe Photoshop, salah satu software pengolah gambar yang populer.

Retrieval

Pengorganisasian seperti yang telah saya sebutkan di atas sama sekali tidak menyulitkan (bagi saya) dalam mencari file yang dibutuhkan. Karena penataan yang saya susun sendiri sehingga memudahkan saya pribadi di dalam pencarian. Paling terpaksanya cukup menggunakan fitur “search” yang dibawakan oleh windows untuk menemukan file-file yang sulit. Itupun jarang sekali terjadi.

Duplikasi

Pembuatan duplikat suatu file cukup jarang saya lakukan. Hanya pada beberapa kasus tertentu saja dan itupun tidak sering. Seperti pada pengerjaan project pemrograman atau dalam pengeditan sebuah foto, yang sekiranya pekerjaan tersebut membutuhkan dokumentasi step-by-step untuk dipelajari di lain waktu.

Sekian penjelasan tentang spesifikasi komputer dan organisasi file didalamnya. Semoga ada sesuatu yang bermanfaat yang dapat pembaca gunakan di kemudian hari.