Spesifikasi dan Kinerja

Hhmm… pengen ngucapin slamat berpuasa dulu bagi orang-orang yang beriman :-) . Pada postingan ini saya akan ceritakan tentang gandenganku tiap hari yang bisa menemani kemana saja, yaitu netbook mungil HP Mininote. Mengapa harus netbook? Apa karena trend? Murah? Bukan2, pilihan jatuh kepada netbook karena barang ini cukup menganggur di rumah :-) dan notebook’ku sedang dalam kondisi kritis cry .

Pengoranisasian data dokumen.

Oke, lanjut ke spesifikasi yang mempengaruhi kinerja netbook ini yaitu otak diperkuat oleh prosesor Intel® Atom® N270 (1.6GHz, 512KB L2 Cache, 533MHz FSB) dengan clock standar 1.60Ghz. Kebetulan belom pernah overclock nih laptop makanya jalan di 1.60Ghz dulu aja. Hampir semua tahu kalau netbook menggunakan prosesor Atom. Ini memang dikhususkan untuk laptop kecil alias netbook. Atom dipilih karena kinerja yang tidak terlalu berat sehingga daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Makanya kenapa rata-rata netbook mempunyai waktu standby lebih lama daripada notebook. Tapi karena segmen dari netbook untuk mobile jadi penggunaan lebih kepada akses internet dan pekerjaan office. Jika kita memaksa untuk menjalankan aplikasi yang cukup berat maka penggunaan pada laptop kecil ini tidak akan maksimal misal 3D atau grafis.

Dari segi OS udah built-in Windows XP Home Edition SP3, merupakan sevice pack terbaru yang dikeluarkan secara resmi oleh Microsoft. Jangan kuatir, windowsnya aseli koq :-D . Meskipun sudah paketan dengan XP tidak menutup kemungkinan untuk diinstal OS laen seperti Linux atau Windows Vista/7.

Memory bawaan netbook ini sebesar 1Gb yang sudah cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi dengan nyaman. Dengan 1 slot memory, netbook ini maksimal menggunakan memory 2Gb. Grafis di handle oleh Intel(R) GMA 950 dengan memory 128 Mb. Chip ini bukan kelas yang “wah” dalam pemrosesan gambar di notebook tetapi sudah cukup mencukupi untuk sebuah netbook dengan kebutuhan internet dan office. Hardisk bawaan netbook ini sebesar 60Gb dan dapat di upgrade dengan kapasitas yang lebih besar.

Layar netbook ini sebesar 10.2” yang memang cukup kecil untuk ukuran sebuah perangkat komputer berjalan. Yang saya suka dari layar yang kecil adalah berimbas pada bobot yang ringan, hanya sekitar 1kg lebih sedikit. Mudah untuk dibawa kemana-mana dan tidak memenuhi tempat. Masalah baru terjadi ketika kita menggunakannya. Ya! Dengan layar sekecil ini pastilah kenyamanan penggunaan berkurang. Baik untuk berinternet maupun office. Tapi memang inilah kenyataan yang harus diterima. Setelah terbiasa menggunakan tidak ada masalah yang berarti.

Konektivitas netbook ini terdapat WiFi 802.11b/g WLAN, Ethernet LAN dan Bluetooth. Card reader yang tersedia built-in juga memudahkan di dalam transfer data khususnya memory card dari kamera digital. Karena saya penghobi fotografi jadi media card reader sangat berguna sekali. Fitur lain adalah Webcam + Micnya untuk berkomunikasi secara audio dan visual.

Organisasi Data di dalam Komputer

Sudah cukup saya paparkan di atas mengenai spesifikasi dan kinerja perangkat komputasi yang paling sering saya bawa akhir-akhir ini. Karena ada 3 perangkat yang saya gunakan yaitu netbook HP, notebook lama saya COMPAQ dan Desktop PC rakitan sendiri, dan semua mengandung data-data yang saya gunakan jadi pengorganisasian file akan saya jelaskan secara garis besar pada harddisk ketiga perangkat itu dan tambahan 1 harddisk eksternal.

Organisasi file di dalam harddisk saya atur berdasar kategori dari data tersebut. Terdapat dokumen (data-data office), musik, dan yang paling penting adalah foto! Untuk lebih mudahnya akan saya jelaskan satu-persatu sebagai berikut :

1.    Dokumen (word, spreadsheet, presentation, pdf, dll.)
Kewajiban saya sekarang sebagai mahasiswa sehingga membuat koleksi file-file dokumen cukup banyak. File-file yang berhubungan dengan aktivitas akademik perkuliahan saya organisasikan berdasar semester yang saya tempuh kemudian saya buat subfolder di dalamnya dengan nama-nama mata kuliah yang saya tempuh pada semester itu. Hal-hal yang berkaitan dengan mata kuliah yang bersangkutan terdapat dalam subfolder didalamnya, seperti tugas maupun materi kuliah.

Pengoranisasian data dokumen.

2.    Musik (mp3, aac, wma, mpeg)
Musik merupakan salah satu bagian penting di dalam penyimpanan dalam harddisk. Karena banyak waktu saya habiskan di depan komputer sehingga tanpa hiburan alunan musik rasanya sangat hambar dan membuat kita mudah bosan, khususnya ketika mengerjakan tugas dan sebagainya. Koleksi musik saya sudah cukup lama hingga sudah beberapa kali berganti harddisk Alhamdulillah semua masih dapat terbackup. Karena jumlah yang sangat banyak yaitu tidak kurang dari 50Gb file musik dengan jumlah 13.000 lebih file pengurutan yang utama didasarkan pada asal musik tersebut, dalam hal ini saya ketegorikan Indonesia dan luar Indonesia. Kemudian didalamnya terdapat subfolder Artis kemudian Album baru file musik.

Pengoranisasian data musik.

Perlu diketahui pula mengapa saya menyertakan file mpeg padahal ini bagian musik yaitu karena file mpeg atau video itu adalah video klip dari beberapa lagu yang terdapat pada koleksi mp3.

3.    Foto (jpg, nef, tiff, psd)
Ini bagian yang paling menyita kapasitas harddisk saya. Karena saya hobi fotografi jadi mau tidak mau harus berurusan dengan file foto yang jumlahnya ribuan bahkan puluhan ribu. Tidak kurang 42.000 lebih file dengan ukuran +105Gb memenuhi ruang harddisk saya. Dalam melakukan penyimpanan saya cukup mengelompokkan berdasar tema/aliran dalam fotografi, yaitu : Arsitektur, Dokumentasi, Human Interest, Landscape, Macro dan Model. Kemudian obyek foto yang saya ambil saya masukkan ke dalam folder tersebut dengan judul sesuai tema. Misal pada tema Landscape terdapat judul “Pantai Klayar” dan bagian Dokumentasi pada acara “UGM BNI Jazz”. Penggunaan icon folder juga mempermudah karena saya sesuaikan dengan tema.

Pengoranisasian data foto.

Hampir 95% file foto berformat jpg. Format nef (raw) digunakan dalam pengambilan pada kondisi tertentu saja. Tiff merupakan format foto tanpa kompresi yang sering digunakan pada pengeditan foto dan psd adalah format file dari Adobe Photoshop, salah satu software pengolah gambar yang populer.

Retrieval

Pengorganisasian seperti yang telah saya sebutkan di atas sama sekali tidak menyulitkan (bagi saya) dalam mencari file yang dibutuhkan. Karena penataan yang saya susun sendiri sehingga memudahkan saya pribadi di dalam pencarian. Paling terpaksanya cukup menggunakan fitur “search” yang dibawakan oleh windows untuk menemukan file-file yang sulit. Itupun jarang sekali terjadi.

Duplikasi

Pembuatan duplikat suatu file cukup jarang saya lakukan. Hanya pada beberapa kasus tertentu saja dan itupun tidak sering. Seperti pada pengerjaan project pemrograman atau dalam pengeditan sebuah foto, yang sekiranya pekerjaan tersebut membutuhkan dokumentasi step-by-step untuk dipelajari di lain waktu.

Sekian penjelasan tentang spesifikasi komputer dan organisasi file didalamnya. Semoga ada sesuatu yang bermanfaat yang dapat pembaca gunakan di kemudian hari.