.: secangkir seduhan gagasan :.

alvianedo.web.ugm.ac.id

Archive for September, 2009

Facebook : Y or N ? (DWM Eps.3)

Siapa sih yang tidak kenal facebook?

Jutaan orang didunia sudah kenal baik facebook dan lainnya pasti taulah apa itu facebook. Situs jejaring sosial ini memang cukup booming khususnya di tanah air antara 2-3 tahun belakangan ini. Beramai-ramai orang membuat akun facebook. Ndeso’lah kalau sampai tidak mempunyai facebook.

Oleh empunya, facebook pasti ditujukan untuk perbuatan yang mulia, yaitu saling menghubungkan antar sesama. Dan itu memang benar, dengan adanya facebook komunikasi dengan orang-orang yang sudah lama tidak bertemu bisa terjalin kembali. Selain itu banyak sekali fitur-fitur facebook yang sangat bermanfaat. Salah satu fiturnya adalah “tag” foto. Fitur ini dapat digunakan sebagai ajang reuni ketika di foto itu memuat momen-momen nostalgia ketika semasa sekolah dahulu ataupun event yang telah dilewati bersama. Pada kasus lain tag foto dapat juga sebagai ajang publikasi suatu event, misal lomba foto, cukup mengupload posternya kemudian tag dan informasipun tersebar.
Yang cukup banyak dilakukan dikalangan pencinta fotografi tag digunakan sebagai media sharing online terhadap hasil foto-foto mereka. Dengan begitu foto mereka dapat dilihat orang banyak dan mendapat komentar yang membangun.

Okelah, dari satu fitur saja tampaknya sudah kelihatan facebook sangat bermanfaat sekali. Tapi dimana sisi negatifnya?

Kemudahan akan mengakses, fitur yang beragam dan keseluruhan “kemasan” yang tidak membosankan membuat kita betah berlama-lama di depan layar facebook. Kalau kata saykoji “siang malam ku selalu menatap layar terpaku untuk online online online online”, dan itu memang suatu kenyataan dewasa ini. Kata orang facebook itu candu. Kalau tidak bisa mengontrol diri pastilah waktu terbuang percuma hanya untuk ber-facebook ria. Mulai dari perang kometar foto, berkirim wall hingga bermain game yang jumlahnya sangat banyak.

Trus, apa yang harus kita lakukan? Berhenti facebook’an sekarang atau…?

Facebook tetaplah suatu alat yang merupakan imbas dari teknologi yang semakin maju. Namanya juga alat mana tahu dia salah atau benar’kan? Semua kembali kepada pengguna’nya. Sejauh mana pengguna dapat memanfaatkan fungsi di facebook tanpa mengurangi produktivitas hariannya. Jadi silaturahim tetap terjaga tetapi kewajiban utama (sekolah, kuliah, mencarai nafkah) tetap tidak terganggu, gak ada alasan terlambat mengerjakan PR, laporan belum selesai atau proyek terbengkalai.

Be wise, guys! ;)

Polah dan tingkah laku manusia dapat dinilai dari beragam hal yang berhubungan dengannya. Pada postingan ini saya akan membahas hubungan antara manusia dengan file-file yang terkoleksi di dalam komputer yang sering digunakan. Dewasa ini komputer baik yang diam maupun bergerak sudah menjadi barang yang kita gunakan sehari-hari. Apalagi kita sebagai mahasiswa yang sering bergelut dengan laporan, tugas-tugas kuliah dan tidak luput juga dari bermain game yang kadang melebihi dari waktu belajar :D.

Nah setiap orang pasti memiliki cara beragam untuk mengkoleksi file-file penting yang dibutuhkan dan ini sedikit banyak bisa berhubungan dengan kepribadian orang tersebut. Biar mudah kali ini saya gunakan diri saya sendiri dulu ya sebagai contoh, siapa atau ada yang memiliki kemiripan baik dalam mengkoleksi file atau malah kepribadiannya, hehe.

Poin-Poin yang Menentukan Kepribadian

Ada banyak data yang membantu di dalam melihat kepribadian orang yang pertama akan saya mulai dari kepentingan data tersebut. Sebagai mahasiswa tentunya kita banyak mengkoleksi file yang berhubungan dengan akademik, baik materi-materi kuliah, tugas, laporan dan hal lain yang menunjang. Tapi tidak sedikit pula pastinya data yang berhubungan dengan hiburan. Jujur saja kalau kuliah itu kadang membuat bosan dan jenuh, banyak cara pelampiasan untuk meyegarkan diri yang berimbas pada membengkaknya isi storage.

Poin pertama dapat kita lihat dari jumlah dan ukuran file. Ukuran file hiburan rata-rata lebih besar dari akademik. Hiburan bisa berkisar 5Mb tiap file sedangkan akademik rata-rata kurang dari 1Mb. Wajar karena kebanyakan file akademik adalah file-file office yang ukurannya kecil, walau beberapa file mungkin bisa lebih dari 5Mb. Kalau dari persentase jumlah bisa dikatakan 50:50 karena beberapa aspek dari hiburan adalah bagian dari akademik juga. Misal software penunjang, dokumentasi foto kegiatan kampus, dsb.
» Seimbang antara akademik dan hiburan

Poin kedua dari sistematika penyusunan dan penamann file. Penamaan file saya usahakan sejelas mungkin dan tanpa itu singkatan. Bagi saya itu lebih mempermudah didalam pencarian. Untuk penyusunan seperti yang sudah saya jelaskan di postingan saya sebelumnya saya mengkategorikan penyusunan file berdasar tema sehingga lebih detail dan mudah dicari. Tidak peduli mau hirarki dangkal atau dalam yang penting saya merasa cukup mudah dalam menemukan file tersebut di kemudian hari. Tetapi bisa jadi karena terburu-buru atau memang belum ada tempat sesuai dengan tema saya sediakan 1 folder khusus untuk menampungnya, saya kasih nama “unsorted”. Jeleknya jika terlalu lama membiarkan dan menumpuk bisa meyulitkan juga dari penyimpanan dan pencarian ujung-ujungnya bingung dan harddisk bengkak deh.
» Berusaha sedetail dan serapi mungkin, walau kadang-kadang ceroboh juga. Tapi cuma kadang loh! Haha…

Poin ketiga yaitu sumber file berasal dari internet dan kamera saya! :D Banyak file software, musik, serta materi kuliah yang di dapatkan dari internet. Baik itu sudah saya kenal baik fungsinya maupun untuk coba-coba. Karena kemudahan internet saya banyak “memasrahkan” kepadanya dalam pencarian file. Didukung juga fasilitas internet tanpa batas di rumah jadi lebih memudahkan saya dalam memaksimalkan teknologi internet tersebut. Nah, karena saya hobi fotografi maka file-file foto yang saya miliki mayoritas berasal dari kamera saya sediri.
» Penasaran dengan hal baru serta fotografi maniak!

Poin keempat tentang pengorganisasian email saya hampir tidak pernah menghapus email masuk kecuali spam di keempat akun email saya. Karena storage yang mayoritas tanpa batas jadi tidak perlu memikirkan email masuk akan penuh dan bila harus menghapus satu-satu juga memakan waktu juga. Email keluarpun masih tersimpan rapi karena siapa tahu suatu saat masih dibutuhkan seperti email tentang pengiriman tugas.
» Tidak mau repot dan mempersiapkan akan kebutuhan hari esok yang kadang tak terduga.

Poin kelima saya akan paparkan sedikit tentang situs yang sering saya akses di internet. Jelas sekali’lah kita pasti lebih sering membuka situ luar daripada situs dalam (facebook buatan luar negeri kan? :p ). Hehe… bercanda, saya cukup seimbang dalam mengakses situs luar maupun dalam. Situs luar seperti jejaring sosial yang hampir setiap hari (bahkan jam) selalu dibuka, kemudian situs tentang foto serta olahraga. Situs dalam negeri juga tentang berita serta beberapa situs komunitas dan forum-forum, khususnya forum yang terbesar se Indonesia (udah pada tau kan gan?).
» Mencoba untuk selalu seimbang didalam berbuat.

Seseorang dinilai dari orang lain yang melihat perilaku orang tersebut. Tetapi kali ini saya mencoba menilai kepribadian saya sendiri. Mungkin ada beberapa yang tidak sesuai dengan penilaian orang. Tapi inilah penilaian saya terhadap diri saya sendiri. Segitu aja yang bisa saya sampaikan di posting kali ini semoga merangkum dari judul yang saya paparkan di atas. Ciao! :D