Siapa sih yang tidak kenal facebook?

Jutaan orang didunia sudah kenal baik facebook dan lainnya pasti taulah apa itu facebook. Situs jejaring sosial ini memang cukup booming khususnya di tanah air antara 2-3 tahun belakangan ini. Beramai-ramai orang membuat akun facebook. Ndeso’lah kalau sampai tidak mempunyai facebook.

Oleh empunya, facebook pasti ditujukan untuk perbuatan yang mulia, yaitu saling menghubungkan antar sesama. Dan itu memang benar, dengan adanya facebook komunikasi dengan orang-orang yang sudah lama tidak bertemu bisa terjalin kembali. Selain itu banyak sekali fitur-fitur facebook yang sangat bermanfaat. Salah satu fiturnya adalah “tag” foto. Fitur ini dapat digunakan sebagai ajang reuni ketika di foto itu memuat momen-momen nostalgia ketika semasa sekolah dahulu ataupun event yang telah dilewati bersama. Pada kasus lain tag foto dapat juga sebagai ajang publikasi suatu event, misal lomba foto, cukup mengupload posternya kemudian tag dan informasipun tersebar.
Yang cukup banyak dilakukan dikalangan pencinta fotografi tag digunakan sebagai media sharing online terhadap hasil foto-foto mereka. Dengan begitu foto mereka dapat dilihat orang banyak dan mendapat komentar yang membangun.

Okelah, dari satu fitur saja tampaknya sudah kelihatan facebook sangat bermanfaat sekali. Tapi dimana sisi negatifnya?

Kemudahan akan mengakses, fitur yang beragam dan keseluruhan “kemasan” yang tidak membosankan membuat kita betah berlama-lama di depan layar facebook. Kalau kata saykoji “siang malam ku selalu menatap layar terpaku untuk online online online online”, dan itu memang suatu kenyataan dewasa ini. Kata orang facebook itu candu. Kalau tidak bisa mengontrol diri pastilah waktu terbuang percuma hanya untuk ber-facebook ria. Mulai dari perang kometar foto, berkirim wall hingga bermain game yang jumlahnya sangat banyak.

Trus, apa yang harus kita lakukan? Berhenti facebook’an sekarang atau…?

Facebook tetaplah suatu alat yang merupakan imbas dari teknologi yang semakin maju. Namanya juga alat mana tahu dia salah atau benar’kan? Semua kembali kepada pengguna’nya. Sejauh mana pengguna dapat memanfaatkan fungsi di facebook tanpa mengurangi produktivitas hariannya. Jadi silaturahim tetap terjaga tetapi kewajiban utama (sekolah, kuliah, mencarai nafkah) tetap tidak terganggu, gak ada alasan terlambat mengerjakan PR, laporan belum selesai atau proyek terbengkalai.

Be wise, guys! ;)