Dewasa ini internet sebagai media komunikasi maya terkadang sudah menjadi kebutuhan primer di dalam membahas suatu masalah, topik atau pertanyaan. Banyak media seperti forum, situs jejaring sosial, blog dan sebagainya dalam memfasilitasi netter untuk berdiskusi. Pada suatu topik sudah pasti bisa memunculkan komentar. Tidak menjadi masalah ketika suatu topik dibahas secukupnya dan permasalahan selesai. Tetapi banyak yang terjadi suatu topik yang hangat atau sering disebut HOT THREAD yang berakibat pada komentar-komentar yang membanjiri topik tersebut.

Nah bagaimana kita menyikapi beragam metode penampilan komentar tersebut? Sebelumnya akan saya jelaskan beberapa metode forum atau jejaring sosial di dalam menampilkan komentar dari user :

1. Situs Komunitas / Forum
Situs forum pada umumnya seperti kaskus, fotografer.net, forum detik, forum chip, dlsb. menggunakan metode komentar urut dari komentar lama diawal kemudian turun hingga komentar baru. Untuk menangani komentar yang jumlahnya ribuan mereka menggunakan sistem paging agar semua komentar tidak meluber dalam satu halaman saja.
Menurut saya walau konvensional tetapi hal ini masih cukup representatif didalam menyajikan komentar, karena jika terdapat jawaban dari topik yang sifatnya pertanyaan bisa langsung diketahui di komentar awal. Tapi kalau jumlah komentar sudah ribuan dan kita ketinggalan tetap saja sulit untuk mengikutinya kalo harus membaca satu persatu.

2. Situs Jejaring Sosial
Saya menyoroti facebook dan plurker sebagai 2 situs jejaring sosial yang sering saya gunakan. Pada situs ini menerapkan sistem seperti forum komunitas cuma bedanya mereka meyingkat komentar jika sudah terlalu banyak. pada facebook dia mengkompres 50 komentar jika total komentar lebih dari 50. Kalau ingin melihat tinggal klik “View all comments”. Plurk menggunakan cara yang hampir sama, tetapi berdasar plurker yang membaca. Komentar akan disingkat jika plurker sudah membaca komentar diatasnya.

3. Twitter dan PLO UGM
Ini yang beda dari yang lain dalam metode penyajian komentar yaitu dari bawah ke atas untuk komentar yang baru. Kalau di twitter menurut saya tidak ada masalah ya karena postingan kecenderungan tidak berkaitan dengan postingan sebelumnya. Tetapi di PLO biasanya ada sesuatu yang dibahas. Menurut saya alangkah enak kalau komentar dilihat dari pemberi komentar awal, seperti kedua situs di atas.

Terlepas dari metode itu semua ada hal yang cukup penting juga berhubungan dengan penyajian di layar monitor atau hape khususnya di Indonesia yaitu kecepatan koneksi. Dengan topik yang berisi ribuan komentar akan sangat repot jika dibuka dengan koneksi internet seadanya alias putus-sambung. Jika mempunyai koneksi tanpa batas sepertinya hal itu bukan menjadi masalah. Jika merunut padahal ini sepertinya metode nomor 3 yaitu pada PLO khususnya cukup menyiasati hal tersebut karena kita tidak perlu membuka komentar dari awal.

Tapi menurut saya semua metode sistem kembali ke kebiasaan penggunanya. Mungkin di awal merasa aneh jika menggunakan metode penyajian komentar yang berbeda tetapi lama kelamaan bisa terbiasa juga jika kita memang sering memanfaatkan situs diskusi tersebut baik forum komunitas, situs jejaring sosial maupun PLO UGM.

Saran untuk PLO UGM
Tidak ada salahnya menggunakan metode seperti pada situs jejaring sosial atau forum komunitas. Jika kerepotan untuk scroll, bisa diberikan sebuah link di bawah topik untuk langsung melihat komentar terakhir. Itu bisa menyiasati scroll yang lama jika komentar terlalu banyak. Penggunaan komentar untuk mengkomentari yang ada sudah cukup baik.

Notifikasi

Untuk teknik notifikasi secara umum sudah cukup baik ya, khususnya di situs jejaring sosial seperti pada facebook dan plurk. Posisi notifikasi sudah cukup memudahkan pengguna untuk mengaksesnya. Kalau untuk forum komunitas sepertinya belom ada notifikasi yang dirasa tepat selain membuka kembali thread yang akan diikuti dan mencari sejauh mana perkembangan diskusinya. Jika dalam PLO mungkin bisa digunakan drop-down menu pada header untuk menampilkan notifikasi terbaru.